"Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarnya" (Hadith riwayat Bukhari)
"Mereka yang membaca Al-Qur'an dan dia mahir didalamnya maka ia bersama para malaikat pencatit yang mulia. Mereka yang membaca Al-Qur'an sedangkan ia tidak lancar bacaannya dan payah baginya untuk membaca maka untuknya dua pahala." (Hadith riwayat Bukhari dan Muslim)
"Bacalah Al-Qur'an kerana sesungguhnya ia akan datang pada hari Kiamat memberi syafaat kepada pembacanya." (Hadith riwayat Muslim)
"Tiada ada hasad kecuali pada dua perkara: Orang yang Allah berikan kepadanya Al-Qur'an maka dia membacanya siang dan malam. Dan orang yang Allah berikan kepadanya harta maka ia menafkahkannya siang dan malam." (Hadith riwayat Bukhari dan Muslim)
"Sesiapa membaca sehuruf dari Al-Qur'an maka untuknya satu kebajikan, dan setiap kebajikan digandakan sepuluh kali. Aku tidak berkata Alif-Lam-Mim itu satu huruf, tetapi Alif adalah huruf, Lam adalah huruf dan Mim adalah huruf." (Hadith riwayat Tarmidzi)
"Berkata Allah s.w.t.: Sesiapa yang disibukkan dengan membaca Al-Qur'an dan mengingati Aku daripada meminta sesuatu dari Aku, maka Aku akan memberikannya lebih baik dari apa yang diminta oleh orang lain. Dan kelebihan perkataan Allah (Al-Qur'an) atas perkataan-perkataan lain adalah seperti kelebihan Allah atas makhluknya." (Hadith riwayat Tarmidzi)
Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts
Monday, 11 November 2013
Thursday, 7 November 2013
Pengertian di sebalik Solat
Dikutip daripada kitab Al jauhar al mauhub wa munabbihat al qulub, karangan As Syeikh 'Ali bin Abdul Rahman Al- Kalantani:
Makna mengangkat dua tangan bagi takbir itu bahawasanya hamba tenggelam di dalam laut kesalahan dan maksiat, maka mengangkat dua tangannya seolah-olah berkata ia " Hai tuhanku! ambil olehMu dengan tanganku, bahawasanya aku tenggelam di dalam laut kesalahan dan ma'siat, lari daripada Engkau kepada Engkau".
dan makna Qira'ah itu Khitab (percakapan) antara hamba dan tuhan.
dan makna ruku' seolah-olah orang sembahyang berkata "aku hamba Engkau dan sesungguhnya menghulur aku akan tanganku kepada engkau"
dan makna bangkit daripada ruku' serta berkata "rabbana lakal hamdu, memuji aku atas dimerdekakan tingkatku daripada dosa. maka kata Tuhan: "Engkau berdosa!" kata hamba: "aku hamba Engkau" dan kata tuhan: " sesungguhnya telah aku merdekakan dikau daripada dosa engkau"
dan makna sujud yang pertama dan menghantarkan dahi atas bumi seolah-olah berkata hamba: "Engkau jadikan daku dari bumi"
dan makna mengangkat daripadanya seolah-olah berkata hamba: "Engkau keluarkan daku daripadanya"
dan makna sujud yang kedua seolah-olah berkata hamba "Engkau kembalikan daku kepadanya". dan makna mengangkat yang kedua seolah-olah berkata hamba: "Engkau keluarkan daku daripadanya pada kali yang lain".
dan makna Salam : "Haii Tuhanku! Beri olehMu akan Kitabku dengan tangan kananku dan jangan tangan kiriku".
Demikianlah pengertian disebalik solat yang dijelaskan oleh As-syeikh Ali bin Abdul Rahman Al- Kalantani. Semoga memberi kita Iktibar dan Pengajaran bagi kita, dan mudah-mudahan Allah memberi kita taufik dan hidayah untuk beramal denganya.. Amiiin
Jawapan kepada mereka yang mengatakan bacaan yasin pada malam jumaat bid'ah
Artikel ini saya kutip daripada kata-kata Guru Mulia Al habib Munzir Al musawa
Mengenai mereka itu sungguh berada dalam kemungkaran yang
nyata, siapapula yang mengeluarkan larangan membaca Alqur’an di malam
jum’at..?, boleh Yaasiin atau boleh apapun dari ayat Alqur’an,
Mereka mengatakan tak boleh ada dalil pengkhususan suatu
ibadah disuatu hari atau waktu, darimana hukum ini muncul..?, hanya ada pada
orang bodoh yang tak mengerti hadits, mereka itu tak tahu hadits, hanya tahu
menukil - nukil lalu mengatakan sesat pada orang lain. Berikut riwayat shahih
mengenai diperbolehkannya mengada – adakan suatu amal tanpa diperintah oleh
Rasul saw :
Diwayatkan bahwa Imam Masjid Quba menambahi bacaan surat Al
Ikhlas setelah fatihah, ia selalu selesai fatihah ia membaca surat Al Ikhlas
dulu, baru surat lainnya, maka ia telah menyamakan Fatihah dengan surat Al
Ikhlas, ia membuat surat Al Ikhlas mesti ada pada setiap rakaatnya. bukankah
hal ini tidak pernah diajarkan oleh Rasul saw..?
Maka makmumnya protes, dan ia tetap bersikeras, maka ia
dilaporkan pada Rasul saw, maka Rasul saw memanggilnya, dan menanyakan apa
sebab perbuatannya itu..?
Maka Imam
Masjid Quba itu berkata : aku mencintai surat Al Ikhlas, maka aku tak
mau melepasnya pada setiap rakaat.
Maka Rasul saw
menjawab : Cintamu pada surat Al Ikhlas akan membuatmu masuk sorga! (
Shahih Bukhari Bab Adzan ).
Berkata Hujjatul islam Al Imam
Ibn Hajar Al Asqalaniy dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari
mensyarahkan makna hadits ini beliau berkata : “pada riwayat ini menjadi dalil
diperbolehkannya mengkhususkan sebagian surat Alqur’an dengan keinginan diri
padanya, dan memperbanyaknya dengan kemauan sendiri, dan tidak bisa dikatakan
bahwa perbuatan itu telah mengucilkan surat lainnya” ( Fathul Baari
Bisyarah Shahih Bukhari Juz 3 hal 150 Bab Adzan ).Jelaslah sudah kebodohan mereka
akan ilmu hadits, bahwa Rasul saw tak pernah melarang seseorang mengkhususkan
Alqur’an atau lainnya dari beragam ibadah untuk dibaca disuatu waktu atau
tempat, bahkan jika hal itu karena cintanya pada ibadah itu maka itu akan
membuatnya masuk sorga, demikian kabar gembira dari Rasulullah saw. Wallahu
a’lam.
Subscribe to:
Posts (Atom)